Minggu, 26 Februari 2012

Profil Darul Musthafa, Yaman-Hadramaut


Profil Rubath Darul Musthafa, Yaman-Hadramaut 

Sesungguhnya yang menjaga syari’at lebih dari 14 abad bukanlah suatu kelemahan atau ketidak mampuan seseorang untuk menjaganya di abad yang akan datang, semenjak Sayyidina Al-Muhajir Ahmad bin Isa memegamg bendera da’wah sampai sekarang ini telah berlalu 1100 tahun, akan tetapi tetaplah kokoh dan tangguh, dan masih tercium harum aroma da’wah ilallah.

Diantara waktu tersebut sampai sekarang ini, berapa banyak da’wah yang tersebar ke berbagai penjuru alam. Mengapa tidak padam semangat da’wak tersebut? Kerena kekokohan da’wah tersebut seperti kekokohan da’wah Al-Muhajir Al-Awal SAW.

Dengan kekokohan da’wah yang tampak itu tersebarlah tempat ilmu, adab, dan da’wah di negeri Hadramaut umumnya dan Tarim pada khususnya yang terbit cahaya yang terang benderang dengan ilmu Islam dan dikatakan bahwa sepertiga dunia Islam masuk Islam penduduknya berkat da’wah ulama Hadramaut yang perintisnya Sayyidina Al-Muhajir Ahmad bin Isa yang keluar dengan agamanya dari kota Basyrah ke kota Hadramaut pada abad ketiga hijriyah, dan negeri yang penuh berkat ini terhias dengan hiasan ilmu, ikhlas, khauf, dan wara’ sejarah pun telah mengutipnya.

Alhamdulillah, Allah SWT telah menempatkan kita dalam mimbar yang indah dan baik dari mimbar-mimbar ilmu yang sedikit didapatkan yang sepertiganya di dalam dunia Islam pada saat ini dan akan terlihat keluarnya para rijal yang menyebar pada penjuru alam yang membawa bendera untuk mengibarkan da’wahnya sebaik-baik pemimpin (Nabi Muhammad SAW)

Begitulah dengan besar hati dan bangga dengan keterus terangan ini semoga kebaikan menjadi saksi bagi alam. Mereka rijal yang pena mana pun tidak mampu mensifati macam-macam sifat mereka dengan sesuatu yang membawa kalimat dengan maqam-maqam sidiq, ikhlas, dan semangat yang tinggi dalam da’wah ilallah, bagaimana pena-pena akan mampu mensifati mereka cahaya dari obor yang berasal dari cahaya nubuwwah dan obor yang terang benderang dari nur-nya Nabi Muhammad SAW. Sungguh Allah SWT telah menolong agamanya dan menjaga syariatnya dan mereka para rijal semoga Allah SWT meredhai mereka, Amien.

Latar Belakang

Darul Musthafa adalah satu ibarat dari salah satu pusat ilmu, adab, dakwah ilallah dan juga salah satu bukti dari pemeliharaan Allah SWT akan agamanya dan syariatnya serta bukti pertolongan Allah SWT. Allah SWT berfirman: “..Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya…” (Al-Hijr,ayat 9).

Salah satu sebab didirikannya Darul Musthafa disebabkan banyaknya pelajar yang datang dari berbagai daerah dari negeri Yaman dan juga luar Yaman, yang mereka belajar dan menuntut ilmu-ilmu syari’at di sisi Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim ibn Syekh Abu Bakar bin Salim di kota Tarim Al-Ghanna, maka mereka membutuhkan tempat yang khusus agar memungkinkan mereka menuntut ilmu dan tidak disibukkan dengan kesibukan manusia. Sebelum di bangun Darul Musthafa pelajar tinggal di Rubath Al-Musthafa yang berada di kota Syihir lalu mereka pindah ke kota Tarim dan tinggal di kamar kamar mesjid At-Taqwa dan rumah Assana serta tempat mereka belajar di mesjid Maula Aidied di Tarim, ketika selesai pembangunan Darul Musthafa mereka pindah ke bangunan yang baru yang telah diresmikan lima hari sebelumnya yaitu pada bulan muharam tahun 1417 H.

Darul Musthafa adalah tempat berkumpul dan bertemunya para pelajar pelajar yang datang dari berbagai penjuru dunia, baik itu dari Yaman, Jazirah Arab, Afrika, Inggris, Amerika, Asia Timur, Thailand, Singapura, Malaysia dan Indonesia.

Pelajar yang pertama datang ke Darul Musthafa adalah pelajar dari Indonesia yang berjumlah sekitar tiga puluh orang pada tahun 1416 H.. Itu di sebabkan kunjungan pertama Habib Umar bin Muhammad bin Hafizd ke Indonesia pada tahun 1414 H., kunjungan ini dilaksanakan karena melaksanakan perintah guru beliau Al-habib Abdul Qadier bin Ahmad Assegaff dan Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar. Benarlah kata orang “ sesungguhnya kunjungan itu bisa memberi bekas yang besar pada penyebaran ilmu dan pelurusan akhlak serta bisa menggantungkan hati pada dakwah ilallah “, dan sebagian dari tujuan kunjungan adalah untuk memberi peringatan bagi orang awam, memberi manfaat kepada orang lain dan juga bertujuan menguatkan ikatan di antara sesama muslim dan menyempurnakan persaudaraan diantara mereka diberbagai negara yang berbeda beda. Maka nampaklah bekas yang hebat pada kunjungan Habib Umar bin Muhammad bin Hafizd ke Indonesia dan menjadi bukti pembaharuan hubungan antara Indonesia dan Hadramaut dan juga menguatkan ikatan antara sadah alawiyyin dan muhibbin kepada mereka di Indonesia dan Hadramaut.

Seiring berjalannya waktu mereka menyelesaikan studinya di Darul Musthafa pada tahun 1419 H. dan sekarang mereka menyebarkan dakwah di negeri masing masing dan memberikan manfaat untuk umat Islam di desa maupun di kota. Oleh kerana itu Alhamdulillah pada tahun 1421 H. jumlah pelajar Indonesia yang berdomisili di kota Tarim sekitar 400 orang. Dari jumlah tersebut dua ratus orang belajar di Darul Musthafa dan sisanya ada yang belajar di Rubath Tarim dan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff.

Nama Lembaga

Darul Musthafa liddirasah al Islamiyah.

Pendiri

• Al Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.
• Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

Tahun Berdiri

Dimulai pembangunan Darul Musthafa pada bulan Syawal tahun 1410 H dan peresmian pertama pada hari Selasa Tanggal 29 Dzulhijjah 1411 H bertepatan dengan hari wafat Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz ibn Abu Bakar bin Salim, dan peresmian kedua pada bulan Muharram 1417 H.

Tujuan Didirikannya

Tidaklah dibangun perguruan ini kecuali untuk mencetak Ulama-ulama yang kuat pada ilmu dan beradab dengan adab nubuwwah, dan memikul beban umat dengan mengajak mereka ke jalan Allah SWT dan memberikan manfaat kepada mereka dan menyelamatkan mereka dari kegelapan, kebodohan ke cahaya ilmu dan menguatkan keimanan mereka dan mengikat mereka dengan sunnah sunnah Nabi SAW.

Asas

Sungguh terwujud tujuan yang besar ini dengan peletakan tiga sasaran yang merupakan tujuan pokok :
1. Penguasaan ilmu Islami secara murni.
2. Pembersihan jiwa dan pemurnian akhlak
3. Da’wah kejalan Allah

Program

Untuk mencapai sasaran dan menghasilkan hasil yang memuaskan Darul Musthafa membuat program program pada tiap tiap tujuan :

1. Ilmu

Pelajar diberi dua pilihan :
A. Belajar kitab kitab yang sudah ditetapkan di Darul Musthafa.
B. Menghafal Al Quran disertai dengan belajar fiqh dan nahwu.

2. Suluk

Dianjurkan bagi tiap pelajar meresapi dan mengamalkan dasar-dasar suluk :
A. Pembersihan diri dari sifat sifat tercela.
B. Mempunyai perhatian dengan sunnah-sunnah dan adab Nabi SAW.
C. Beradab dengan pergaulan sesama makhluk.
D. Selalu melazimi petunjuk dan nasehat nasehat.

Dalam hal ini Al Habib Umar bin Hafidz telah menyusun azkar dan aurad untuk santri-santrinya dalam satu kitab yang diberi nama “Khulasah Al Madad Annabawi”, yang mana dianjurkan kepada para santri untuk membacanya pada waktu waktu yang sudah ditentukan.

3. Da’wah

Pihak pengurus membuat satu jadwal bagi para santri yang punya kemauan dalam da’wah, seperti : keluar da’wah mingguan setiap hari kamis sampai hari jum’at, keluar da’wah tahunan selama 40 hari, ini bagi para santri yang membaca kitab Umdatus salik dan menziarahi para ulama, tempat tempat bersejarah, masjid-masjid dan makam para aulia yang ada di Hadhramaut. Dan ada juga da’wah di lingkungan Darul Musthafa seperti pertemuan santri-santri yang berasal dari satu daerah.

Waktu Belajar

Pelajaran dimulai setelah shalat subuh, diajarkan tiga mata pelajaran. Tiap satu mata pelajaran memakan waktu 45 menit sampai jam 08.30 pagi. Kemudian pelajaran diteruskan setelah shalat dzuhur, (satu mata pelajaran). Kemudian pelajaran diteruskan kembali setelah shalat maghrib satu mata pelajaran dan setelah shalat isya setoran hafalan.

Kitab kitab yang dipelajari.

• Fiqh
- Risalatul jami’ah
- Safinatun naja'
- Muqaddimatul hadhramiyah
- Matan Abi Syuja’
- Yakut An Nafis
- Umdatus Salikin
• Aqidah
- Aqidatul Awam
- Al Aqidah (karangan Imam haddad)
- Durus tauhid
- Jauhar tauhid
• Nahwu
- Matan asas
- Al jurumiyah
- Mutammimah Aljurumiyah
- Qatrun nada
• Hadits
- Mukhtar Alhadits
- Arba’in Nawawiyah
- Nurul iman
- Mukhtar Riyadushhalihin

Metode pengajaran adalah sistem halaqah.
Setelah pelajar meyelesaikan kitab kitab diatas, pelajar diberi pilihan untuk masuk jurusan (takhasus), penjurusannya sebagai berikut :
1. Al Quran wa Ulumih
2. Al Hadits wa Ulumih
3. Sirah
4. Lughah arabiyah
5. Fiqh wa Ushulih

Dan juga Dar Al Musthafa mengadakan pesantren kilat (dauroh) pada masa liburan musim panas (shoifiyah) untuk para mahasiswa, dan semua kalangan.

Sarana dan Fasilitas

- Asrama bagi para santri, setiap kamar dilengkapi dengan AC, kipas angin, almari, meja belajar dan ranjang
- Toserba
- Ruang makan
- Warnet
- Wartel
- Klinik
- Perpustakaan
- Toko buku
- Transportasi sebanyak 4 bis
- Money changer
- Rumah tamu
- Stasiun radio
- Travel umrah dan haji

Sumber :www.facebook/para pecinta habib dan ulama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar